Pengusaha Alim Markus dipercaya memimpin Perhimpunan Marga Lim Indonesia periode 2010-2015. Pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 24 September 1951 itu dilantik di Ballroom Sun City, Jakarta Barat, Kamis malam (13/10). "Ini sebuah kepercayaan besar yang harus saya emban. Perhimpunan Marga Lim, usianya sudah sangat tua. Sudah hampir 114 tahun," ujarnya kepada Tionghoanews. Marga Lim, kata dia, termasuk marga yang cukup besar di Indonesia bahkan dunia. "Dengan kekuatan yang ada, Marga Lim bisa saling bersatu padu untuk kemajuan Indonesia. Saya berharap, nantinya Marga Lim bisa didirikan di setiap daerah di Indonesia, supaya memudahkan komunikasi," tuturnya.
Selain misi internal untuk menyatukan seluruh Marga Lim dari berbagai latar belakang SARA, sebagai Ketua Umum Marga Lim yang baru, Alim memiliki misi eksternal yakni membangun kebersamaan sebagai anak bangsa. "Bersama-sama berbuat sesuatu untuk bangsa dan negara. Baik itu di bidang perdagangan, menghidupkan kesejahteraan masyarakat, juga peduli terhadap persoalan sosial," imbuhnya.
Rencananya, Alim juga akan membuka kelas bahasa Mandarin bagi masyarakat umum. Itu dinilainya penting karena bahasa Mandarin sudah menjadi bahasa perdagangan. "Kalau ingin berbisnis, sebaiknya kuasailah bahasa Mandarin," ucapnya. Saat ini, lanjut dia, perkembangan komunitas Tionghoa di Indonesia cukup pesat. Itu sebabnya, keberadaan komunitas Tionghoa di Indonesia diharapkan mampu membuat generasi muda semakin mengenal dan mencintai budaya Tionghoa. [Antony Ong / Jakarta / Tionghoanews]