Pakaian Profesional
Salah satu kesan pertama atasan yang potensial menerima dari Anda pada saat wawancara adalah melalui pakaian Anda. Seorang atasan dapat melihat Anda melalui jendela kantor, atau saat Anda duduk menunggu di ruang tunggu. Jangan memberinya alasan untuk menilai Anda punya etika bisnis yang buruk sebelum Anda memiliki kesempatan untuk memperkenalkan diri. Berpakaian profesional dengan menghindari jins, sepatu kets, kaus bertudung dan topi pet. Kenakan celana panjang atau celana khaki, bersama dengan sabuk dan sepatu kulit. Kenakan kemeja yang rapi disetrika.
Pertemuan Pertama
Praktekkan pertemuan pertama Anda dengan pewawancara. Jadilah profesional, karena perilaku Anda akan mencerminkan Anda sebagai pribadi. Tanyakan bagaimana kabar pewawancara hari ini, katakan bahwa sangat menyenangkan untuk bertemu dengannya. Jangan tanya pertanyaan pribadi, tetapi tetap profesional dan tenang. Tunggu instruksi sebelum memasuki ruang wawancara dan duduk di kursi.
Menjawab Pertanyaan
Berpikirlah sebelum Anda menjawab pertanyaan. Jawaban Anda merupakan dasar untuk evaluasi pewawancara Anda sebagai kandidat pekerjaan yang ideal. Jawablah pertanyaan-pertanyaan secara profesional, fokus pada pekerjaan, bukan pada diri Anda sendiri. Misalnya, ketika pewawancara bertanya tentang kelemahan terbesar Anda, jangan menyatakan bahwa Anda sulit bangun pagi. Sebaliknya, fokus pada kelemahan Anda di tempat kerja atau kantor.
Berperilaku dalam Wawancara
Fokus pada pertanyaan dan wawancara itu sendiri. Hindari mengeluarkan ponsel Anda atau mencari kertas. Anda juga harus mematikan telepon sebelum Anda masuk, sehingga tidak berdering selama wawancara. Hindari menggigit kuku dan melihat sekeliling kantor ketika Anda menanggapi pertanyaan-pertanyaan pewawancara. Jangan gelisah, tetap tenang sepanjang wawancara. [Sunny Lin, Pekanbaru, Tionghoanews]