KISAH | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Minggu, 14 Agustus 2011

ETIKA BISNIS DALAM WAWANCARA

Etiket bisnis dan profesional penting selama tahap wawancara dari sebuah lowongan pekerjaan. Etika dan perilaku profesional dimulai sebelum Anda berjalan ke ruang wawancara, karena penampilan Anda mempengaruhi persepsi pewawancara Anda. Anda harus menjaga etiket bisnis yang tepat saat Anda menjawab pertanyaan pewawancara, biarkan etiket memandu perilaku Anda untuk wawancara yang berhasil.

Pakaian Profesional

Salah satu kesan pertama atasan yang potensial menerima dari Anda pada saat wawancara adalah melalui pakaian Anda. Seorang atasan dapat melihat Anda melalui jendela kantor, atau saat Anda duduk menunggu di ruang tunggu. Jangan memberinya alasan untuk menilai Anda punya etika bisnis yang buruk sebelum Anda memiliki kesempatan untuk memperkenalkan diri. Berpakaian profesional dengan menghindari jins, sepatu kets, kaus bertudung dan topi pet. Kenakan celana panjang atau celana khaki, bersama dengan sabuk dan sepatu kulit. Kenakan kemeja yang rapi disetrika.

Pertemuan Pertama

Praktekkan pertemuan pertama Anda dengan pewawancara. Jadilah profesional, karena perilaku Anda akan mencerminkan Anda sebagai pribadi. Tanyakan bagaimana kabar pewawancara hari ini, katakan bahwa sangat menyenangkan untuk bertemu dengannya. Jangan tanya pertanyaan pribadi, tetapi tetap profesional dan tenang. Tunggu instruksi sebelum memasuki ruang wawancara dan duduk di kursi.

Menjawab Pertanyaan

Berpikirlah sebelum Anda menjawab pertanyaan. Jawaban Anda merupakan dasar untuk evaluasi pewawancara Anda sebagai kandidat pekerjaan yang ideal. Jawablah pertanyaan-pertanyaan secara profesional, fokus pada pekerjaan, bukan pada diri Anda sendiri. Misalnya, ketika pewawancara bertanya tentang kelemahan terbesar Anda, jangan menyatakan bahwa Anda sulit bangun pagi. Sebaliknya, fokus pada kelemahan Anda di tempat kerja atau kantor.

Berperilaku dalam Wawancara

Fokus pada pertanyaan dan wawancara itu sendiri. Hindari mengeluarkan ponsel Anda atau mencari kertas. Anda juga harus mematikan telepon sebelum Anda masuk, sehingga tidak berdering selama wawancara. Hindari menggigit kuku dan melihat sekeliling kantor ketika Anda menanggapi pertanyaan-pertanyaan pewawancara. Jangan gelisah, tetap tenang sepanjang wawancara. [Sunny Lin, Pekanbaru, Tionghoanews]

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: BUDAYA

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: IPTEK

ARTIKEL: BERITA