"Kami berharap untuk bertemu dengan Kementerian Luar Negeri Inggris, guna menjelaskan bahwa kita telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa Facebook adalah sebuah platform yang aman dan positif untuk orang-orang di Inggris," ujar Juru Bicara Facebook seperti dilansir dari http://www.pcmag.com, Jumat (12/8/2011).
Facebook menyatakan dalam beberapa hari terakhir sudah memastikan setiap ancaman yang berpotensi memicu kekerasan dan kerusuhan sudah dihapus dari Facebook.
"Dalam, beberapa hari terakhir, Kami Telah memastikan setiap ancaman kekerasan dihapus Dari Facebook. Facebook juga melarang pengguna membuat ancaman kekerasan atau pidato kebencian. Situs kami memiliki sistem untuk mengelola laporan kebencian atau pelanggaran lainnya," sambung Facebook.
Senada dengan Facebook, produsen BlackBerry, Research in Motion, mengatakan mereka bersedia bekerja sama dengan kepolisian jika kepolisian membutuhkan data yang berhubungan dengan para perusuh.
Sayangnya, Twitter tidak akan mengikuti langkah Facebook dan RIM. Twitter tidak akan memblokir akun pelaku kerusuhan. Situs jejaring sosial, diduga kuat menjadi sarana warga London untuk memobilisasi ribuan masa yang menimbulkan kerushan dan penjarahan di Ibukota London serta disejumlah daerah lainnya di Inggris. Ratusan orang perusuh telah ditangkap dalam aksi kerusuhan terbesar di Inggris. [Linda Lim, Denpasar, Tionghoanews]