KISAH | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Rabu, 26 Oktober 2011

CARA DIDIK ANAK JENIUS TERMUDA DI CHINA

Wawancara seorang anak jenius termuda di Cina telah menuai kontroversi mengenai penerapan sistem pendidikan yang terlalu dipaksakan oleh kedua orang tua anak itu.

Zhang Xingyang, dinobatkan sebagai anak termuda paling jenius di Cina. Di usianya yang masih belia, 10 tahun, Zhang sudah melangkahkan kakinya di bangku universitas. Tiga tahun kemudian ia telah melanjutkan pendidikan S2-nya di Universitas Teknologi Beijing. Sebulan yang lalu, Zhang yang kini telah berusia 16 tahun baru saja mengambil program doktoralnya di bidang matematik di Universitas Beihang.

Tak diragukan lagi, anak ini memang benar-benar jenius. Tapi apakah Zhang benar-benar berdedikasi dengan pendidikannya dan menikmati semua aktivitas pemebelajarannya tersebut? Wawancaranya di sebuah stasiun televisi telah menunjukan bahwa di balik kejeniusannya tersebut, Zhang hanyalah anak kecil biasa yang secara emosi masih sangat labil.

Dalam wawancara tersebut, Zhang mengakui bahwa dirinya beberapa kali mengancam orangtuanya untuk berhenti sekolah jika mereka tidak membelikannya sebuah apartemen di Beijing.

Peryataannya ini mengundang debat panjang di Internet yang sebagian dari mereka berpendapat bahwa Zhang tidak semestinya memaksa orang tuanya yang berpenghasilan pas-pasan untuk membelikan apartemen.

Di sisi lain, banyak netter juga mengomentari bagaimana orangtua Zhang telah menerapkan sistem pendidikan yang salah dan terlalu ambisius kepada anaknya ini.

Ayah Zhang, Huixiang pernah bercerita mengenai pola pembelajaran aktif yang ia terapkan pada anaknya telah meningkatkan agresifitas belajar pada anaknya itu. Sedari kecil Zhang, sudah tertarik membaca topik serius seperti perang di Irak dan seringkali berdebat dengan ayahnya dalam berbagai hal.

Ia, yang juga telah menerbitkan buku tentang belajar anak, Keajaiban dari Belajar, juga bercerita tentang bagaimana ia dan istrinya mendidik Zhang, dimana anaknya sangat suka sekali membaca buku-buku miliknya, mengikuti ujian bersama teman sekolahnya yang lebih tua dan melompati berbagai jenjang pendidikan. Tapi dalam wawancara itu kemudian telah diketahui bahwa Zhang sama sekali tidak menikmati cara didik orangtuanya tersebut.

Zhang mengatakan bahwa ketika ia bosan belajar dan mencoba menghabiskan waktu dengan bermain game, ayahnya akan segera menghukumnya.

Ia juga mengatakan bahwa ayahnya lebih menderita daripada orang lain ketika hasil belajar dirinya tidak terlalu bagus.

"Ayah ingin memberi saya susu selamanya, tapi hal itu tidak akan terjadi."

"Semakin lama ayah melepas tekanan terhadap saya, hasilnya akan semakin bertolak belakang," ujar Zhang.

Dengan tekanan yang kuat dari orang tuanya dan ekpektasi tinggi terhadap dirinya sendiri, Zhang mengalami kegagalan dalam beberapa subjek ketika menempuh S2 dan beberapa kali mengalami masa-masa bahaya ketika studinya akan gagal. Ia bahkan pernah berpikir untuk bunuh diri.

Huixiang mengatakan bahwa anaknya berubah semenjak ia pindah ke Beijing dan membaur dengan kehidupan perkotaan.

"Ia hanya mengejar uang. Ia mengenal hal-hal seperti itu terlalu dini dan berpikir bahwa akan sangat sulit untuk hidup tanpa uang meskipun ia mempunyai ilmu pengetahuan dan keahlian," tambahnya.

Untuk hal ini Zhang beralasan bahwa ia berusaha membuat orang tuanya mengerti bahwa jika mereka tidak membeli sebuah apartemen sekarang, maka harganya akan terus naik.

Zhang juga menyadari bahwa saat ini di Internet tengah banyak orang yang mendiskusikan mengenai kehidupan dirinya.

"Saya memilih untuk terus berpikiran positif. Saat ini saya hanya ingin melupakan masa-masa itu, tetap bersahaja dan melanjutkan studi saya." [Eleven Yang / Hong Kong / China / Tionghoanews]

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: BUDAYA

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: IPTEK

ARTIKEL: BERITA