KISAH | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Rabu, 07 November 2012

AKU TERTIPU PENAMPILAN LUGU

Sekilas, penampilan Lili yang lugu tak ubahnya orang desa yang awam dengan gemerlapnya kehidupan kota. Ia juga begitu jauh dari penampilan terbuka. Malah, ketertarikanku padanya berawal dari penampilan sederhana itu, meskipun Lili merupakan anak orang yang cukup berada. Saat itu aku yakin bahwa Lili adalah gadis lugu yang kuimpikan bisa merubah gaya hidupku yang euphoria, penuh dengan pesta pora, hura-hura, bahkan tak jarang bergelut dengan dunia seks bebas dan drugs.

Kami menikah tahun 2002 lalu. Pernikahan kami awali dengan masa pacaran yang terbilang singkat hanya sekitar 3 bulan. Dalam waktu tiga bulan tersebut aku memang belum mengenal watak Lili, namun aku yakin dengan pilihanku saat itu. Aku yang sudah matang dalam usia dan mapan dalam pekerjaan, kemudian meminangnya. Orang tua Lili yang sudah kenal betul dengan ayahku yang seorang pengusaha sukses di kota ini, tak berpikir panjang untuk menerima lamaran itu.

Setelah menikah, kami tinggal di rumah pemberian ayahku, yang diberikan sebagai hadiah pernikahan kami. Tak sebagus rumah orang tua Lili memang, namun asri, sederhana dan cukup untuk membina sebuah keluarga kecil yang bahagia. Dengan dilengkapi sebuah mobil, dan satu orang pembantu, sepertinya aku tak perlu lagi memikirkan hal sepele lainnya.

Malam pertamapun aku jalani dengan lancar, dan sekali lagi aku bisa membaca prilaku Lili yang lugu dan malu-malu. Lili tak bereaksi aktif ketika aku mencoba mencumbunya, ia hanya memejamkan matanya dan sedikit melenguh saat mulai menemukan irama kenikmatan malam pertama, setelah hampir satu jam kamipun terkulai lemas.

Aku betul-betul bahagia bisa menikah dengan gadis pujaanku. Dengan Lili, aku berharap bisa merubah gaya hidupku yang gemerlap, dan kembali menjalani kehidupan normal lanyaknya seorang suami dan ayah bagi anak-anakku kelak. Keadaan yang dulu cuma menjadi sebuah khayalan dan mimpi-mimpi indahku saat aku terlelap dalam tidur.

Namun, impian tak sejalan dengan kenyataan yang harus kudapatkan. Lili yang dulu terlihat sangat sederhana, lugu dan seperti tak tahu apa-apa tentang kehidupan malam, ternyata justru menyimpan prilaku terpendam yang lebih parah dari kelakuanku saat belum menikah. Lili seorang pemuja kehidupan malam. Parahnya setelah menikah Lili masih sulit melepaskan diri dari ketergantungan di dunia yang penuh kesenangan itu.

Semua itu aku rasakan setelah beberapa bulan menikah, Lili juga menolak untuk memiliki anak. Lili beralasan tak mau direpotkan mengurus anak. Lili ternyata masih ingin bebas, seperti saat ia belum memiliki pasangan, menikmati masa-masa mudanya dan tak mau dikekang, meski statusnya kini telah menikah.

Belakangan, aku makin dibuat bingung karena hampir setiap malam ia dijemput teman gaulnya yang rata-rata anak orang berada. Entah kemana mereka setiap malam, yang pasti kadang kudapati Lili pulang dalam keadaan mabuk. Tak jarang pula di saku bajunya kutemukan pil ekstasi. Sungguh salah aku menduga tabiat Lili selama ini. Ternyata, kehidupannya jauh lebih bebas dariku.

Sungguh aku sebenarnya sangat mencintai Lili, Karena rasa cintaku kepadanyalah kini aku bisa berubah, bisa menikmati hidup secara normal, memiliki cita-cita yang jelas. namun kini semuanya terasa mundur kebelakang.

Aku seperti kembali kemasa lalu, keadaan yang membuatku merasa sangat resah dan menakutkan. betapa tidak, aku pernah merasakan betul pahit getirnya kehidupan malam yang pernah aku jalani dan aku takut Lili akan semakin terjerumus kedalamnya dan pada akhirnya aku akan kehilangan dia.

saat ini aku amat bingung dalam mengambil keputusan, antara terus bertahan dan meninggalkan Lili. Jika aku bertahan, aku takut kehidupanku juga akan ikut hancur, sementara jika aku bercerai, aku merasa berdosa karena meninggalkan Lili dalam keadaan yang seperti ini. [Vivi Tan / Jakarta] Sumber: Facebook
--
Berita | Internasional | Budaya | Kehidupan | Kesehatan | Iptek | Kisah | Kontak

PESAN DARI ADMIN

Mari kita dukung artikel-artikel kiriman dari teman-teman Tionghoa dengan cara klik "SUKA", kemudian teruskan ke dalam jejaring sosial anda "Facebook, Twitter, Google+, Dll". Ingat ! Anda juga bisa mengirim artikel ke dalam situs blog ini melalui email ini.


ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: BUDAYA

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: IPTEK

ARTIKEL: BERITA