KISAH | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Rabu, 07 November 2012

TINGGALKAN KEGAGALAN MASA LALU DI BELAKANG

Dalam bukunya, Never Fly Solo (MCGraw – Hill), Rob 'Waldo' Waldman berbagi pelajaran berharga saat ia belajar tentang hidup dan bekerja selama bertahun-tahun sebagai pelatih dan pilot di Angkatan Udara.

Tepat sebelum ia menyelesaikan pelatihan pilotnya, Waldman merasa buntu otaknya. Meskipun ia berhasil dalam berbagai manuver penerbangan, ia diliputi kekhawatiran atas ujian penerbangan terakhirnya. Ia lupa mematikan lampu roda-roda pendaratan setelah lepas landas.

Jika lampu menyala selama penerbangan, maka akan mudah rusak karena kecepatan pesawat jet tersebut. Bila lampu rusak maka akan membutuhkan biaya ribuan dolar untuk perbaikan. Padahal mereka diharapkan menjaga barang berharga pada semua peralatan.

Semua ini membebani pikiran Waldman, saat ia mempersiapkan penerbangan ketiga dan terakhir.  Jika ia mengingat yang satu ini, ia akan gagal dalam pelatihan dan harus meninggalkan segala kerja keras yang telah dilakukannya.

Meskipun penerbangan sebelumnya telah dilakukannya bersama dengan instruktur penerbangannya, ini merupakan penerbangan terakhir bersama dengan komandannya, Mayor Free. Yang utama adalah sungguh-sungguh mengikuti simulasi pertempuran. Ketakutan melanda hati Waldman dan membuatnya ragu karena ia harus bersanding dengan orang sekaliber komandannya.

Ketika Mayor Free memasuki ruangan, Waldman berdiri tegak dan memberi hormat. Berpikir yang terburuk, ia menguatkan dirinya untuk setiap komentar yang akan diberikan kepadanya.

Mayor yang berbadan lebih besar dari Waldman sekilas berkata, "Ok, Waldo ini adalah hari baru, jet baru. Apakah kau siap melewati penerbangan ini, atau apa?" Kemudian, dia tersenyum dan menjabat keras tangan Waldman.

Kata-kata dan sikap sederhana inilah yang membantu Waldman melepaskan kesalahan masa lalu dan menimbulkan kembali rasa kepercayaan dirinya yang ia butuhkan untuk menghadapi tantangan yang akan dihadapinya.

Kita semua pernah membuat kesalahan, dan beberapa bisa menjadi kenyataan yang indah, tapi, ingatlah, setiap hari adalah kesempatan baru untuk membuktikan nilai dan mencapai tujuan Anda. [Yenni Huang / Solo] Sumber: Inspirasi

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: BUDAYA

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: IPTEK

ARTIKEL: BERITA