KISAH | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Rabu, 20 Juli 2011

TERLIBAT DANAI TERORISME, BANK TIONGKOK DIGUGAT

Puluhan korban teror Israel menggugat Bank of China karena membantu mendanai dua kelompok yang dikatakan melancarkan serangan terhadap mereka dan anggota keluarga mereka, inilah kasus terbaru terorisme yang akan dibawa ke pengadilan AS.

Sebuah gugatan yang menyatakan bahwa Bank of China membantu dan bersekongkol dengan Jihad Islam Palestina (PIJ) dan Hamas, yang dianggap kelompok teroris oleh Amerika Serikat, Eropa, dan Israel, akan dilanjutkan setelah Hakim Mahkamah Agung New York menolak mosi bank untuk mengabaikan  tuntutan pada 7 Juli.

Gugatan yang diajukan dengan bantuan Pusat Hukum Israel yang berbasis di Tel Aviv ini, menuduh bank sengaja memberikan transfer kawat kepada para pemimpin organisasi di Iran, Suriah, dan lokasi lainnya di Timur Tengah melalui Bank of China cabang AS sejak 2003.

Menurut dokumen pengadilan, dana disalurkan ke rekening yang dimiliki oleh Said al-Shurafa, sebuah "operasi senior dan agen milik PIJ dan Hamas" yang kemudian dipindahkan ke rekening para pemimpin PIJ dan Hamas di Israel, Tepi Barat, dan Gaza" untuk tujuan perencanaan, persiapan, dan melaksanakan serangan teroris."

Sanksi AS menyebutnya ilegal bagi lembaga keuangan untuk menyediakan layanan perbankan untuk organisasi teroris dan afiliasi mereka.

Uang dari "puluhan" transfer kabel sebesar "jutaan dolar" ternyata digunakan untuk membiayai pemboman dan serangan roket terhadap Israel, demikian yang tertulis dalam gugatan. "Keterlibatan Bank of China dengan transfer kabel ini menjadi penyebab langsung cederanya (terdakwa)" dalam serangan 2006 - 2007, menurut dokumen pengadilan.

Pengadilan juga merekam catatan serangkaian pertemuan pada 2005 di mana para pejabat Israel memberi informasi kepada rekan-rekan Tiongkok mereka dari link teroris melalui transfer kawat, peringatan-peringatan yang tidak ditindak-lanjuti, jelas pengacara penggugat.

"Penggugat menyatakan bahwa ... Bank of China mengetahui atau seharusnya tahu bahwa pemindahan tersebut dibuat untuk tujuan ilegal" karena peringatan dari Israel dan "berbagai sinyal merah" bahwa transfer kawat itu adalah pendanaan terorisme, demikian yang tertulis dalam gugatan.

Pemimpin PIJ dan Hamas secara teratur menarik uang sekitar 100,000 dolar AS dalam bentuk tunai dari Bank of China, biasanya dalam satu hari deposit, selama periode tahunan, seperti yang dituduhkan dalam kasus ini.

Bank of China "berada di bawah kewajiban untuk memantau, melaporkan, dan menolak untuk melakukan transaksi perbankan yang mencurigakan dan tidak teratur," namun kenyataannya tidak, jelas gugatan.

Menanggapi tuduhan tersebut, bank berpendapat kasus tersebut harus dihilangkan karena Tiongkok, bukan Amerika Serikat, adalah forum yang lebih sesuai bagi penggugat untuk menyuarakan keluhan mereka sebagai yang disebutkan dalam doktrin hukum "forum non conveniens" (forum tidak setuju). Namun, Hakim Barbara Kapnick dari Mahkamah Agung Negara Bagian New York memutuskan sebaliknya, mengizinkan kasus ini dan proses penemuan bukti-bukti untuk dilanjutkan.

"Bank of China kini harus menyediakan kami dengan rincian semua transaksi bank, termasuk segala sesuatu yang masuk melalui rekening," terutama yang berasal dari al-Shurafa, direktur Israel Law Center Nitsana Darshan-Leitner mengatakan kepada The Jerusalem Post.

Darshan-Leitner mengatakan bahwa ia penuh percaya diri dalam kasus gugatan ini.

"Kami memiliki semua bukti bahwa uang tersebut berasal dari Suriah dan dipindahkan ke Hamas," katanya. "Kami akan mampu meyakinkan juri bahwa Bank of China membantu dan bersekongkol dengan organisasi teroris, bahwa mereka lalai, dan bahwa mereka harus mengompensasi para korban."

Gugatan ini adalah yang terbaru di mana sebelumnya korban teror Israel telah menggugat Bank of China atas keterlibatannya dalam mendanai kelompok teroris.

Pada 2008, ratusan warga Israel mengajukan gugatan yang sama di Los Angeles. Para penggugat menuntut ratusan juta dolar ganti rugi.

Lembaga keuangan milik pemerintah Tiongkok tidak sendirian dalam keterlibatannya dengan terorisme. Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan afiliasinya secara rutin mendukung organisasi teroris di Taliban dan al-Qaeda, dan bekerja sama dengan rezim-rezim yang mendukung terorisme di Korea Utara, Suriah, dan Iran, demikian yang dikatakan beberapa peneliti.

"Teroris bukanlah musuh PKT. Mereka adalah sekutu PKT dalam perang dingin melawan negara-negara demokratis," kata DJ McGuire, pendiri  China e-Lobby dan penulis buku berjudul Dragon in the Dark: How and Why Communist China Helps Our Enemies in the War on Terror, dalam sebuah wawancara e-mail.

"Umumnya, pengadilan bukanlah tempat terbaik untuk memerangi komunis dan teroris, tapi yang ini pengecualian. Ini adalah saatnya bagi cabang-cabang legislatif dan eksekutif di Amerika untuk bergabung dengan cabang yudisial dalam menghadapi sumbu komunis-teroris," tulisnya. (Mimi Li, Jakarta, Tionghoanews)


Artikel dalam blog ini dikirim oleh Teman2 Tionghoa dari seluruh Indonesia melalui surel (email) ke alamat email: indonesia.chinese.ngepost@blogger.com dan anda juga bebas ikut mengirim artikel, Xie Xie ...

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: BUDAYA

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: IPTEK

ARTIKEL: BERITA