Harapan Masyarakat
Masyarakat, melalui kombinasi keyakinan sekuler dan warisan religius, berpegang pada keyakinan bahwa pernikahan dan keluarga berfungsi sebagai blok bangunan fundamental dari budaya yang sehat. Perempuan mungkin berusaha untuk menikah dalam rangka memberikan kontribusi untuk ide kekompakan keluarga di jantung komunitas yang stabil. Ini mungkin terutama berlaku untuk para wanita yang ingin memiliki anak setelah mereka menikah.
Keyakinan Agama
Banyak wanita, dan laki-laki dalam hal ini, tertarik untuk menikah karena peran sentral keluarga bermain di banyak tradisi agama. Di Barat maupun Timur, perkawinan dan keluarga memainkan peran sentral dalam cerita agama penting dan organisasi masyarakat dikembangkan untuk bercermin dari mereka. Perempuan didorong untuk menjadi istri, dan kemudian ibu, sebagai cara untuk menghormati tradisi keagamaan mereka dan berkontribusi kepada komunitas agama setempat.
Keamanan Keuangan
Sebuah artikel yang diterbitkan dalam sebuah jurnal ekonomi mengeksplorasi hubungan antara keamanan keuangan dan perkawinan dalam budaya Barat. Para peneliti menemukan bahwa, baik untuk pria dan wanita, pernikahan menawarkan janji keamanan finansial dan stabilitas. Bahkan di era modern ketika kedua suami dan istri sering bekerja di luar rumah, pernikahan menawarkan jaring pengaman keuangan. Dengan mengumpulkan sumber daya dan pendapatan, pasangan berjanji untuk saling mendukung dalam untung dan malang. Pernikahan menandakan bahwa perjanjian keuangan ini dipahami secara publik dan mengikat secara hukum.
Pertimbangan Praktis
Selain perasaan cinta dan harapan budaya atau agama, perempuan juga bisa menikah karena alasan lebih praktis. Bagi beberapa wanita, pernikahan adalah solusi untuk hambatan. Meskipun tidak disetujui oleh instansi pemerintah, beberapa wanita mungkin menikah dini dalam hubungan untuk memberikan status kewarganegaraan pada pacar. Beberapa wanita mungkin menikah untuk persahabatan yang nyaman, bukan untuk perasaan yang luar biasa dari cinta dan keinginan. Kehamilan yang tidak direncanakan juga kadang-kadang memberikan alasan kuat bagi pasangan untuk memutuskan untuk menikah.
Cinta
Mungkin yang paling penting dari semua alasan mengapa wanita menikah adalah cinta yang mereka rasakan terhadap calon suami mereka. Bahkan ketika keuangan, agama, hukum atau biologis menjadi faktor pertimbangan dalam keputusan perempuan untuk menikah, cinta dan keinginan untuk menghubungkan diri dengan orang lain adalah pendorong yang paling penting. Dalam setiap masyarakat dan dalam konteks apa pun, pernikahan adalah deklarasi solidaritas dan komitmen cinta pada publik dan dukungan antara suami dan istri. [Liana Yang, Surabaya, Tionghoanews]