KISAH | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Sabtu, 13 Agustus 2011

MENGENAL LEBIH DEKAT KOMUNITAS MUSLIM HUI DI TIONGKOK

Suku Hui sama pentingnya dengan Suku Han, dengan pengecualian bahwa mereka menganut agama Islam yang disebarkan oleh tentara maupun saudagar Arab, pada 1.200 tahun yang lalu. Suku Hui tersebar kemana-mana. Mereka bermukim di 14 provinsi Tiongkok dan menjadi bagian dari kelompok ras bahasa Sino-Tibetan.

Sekitar sepertiga Wilayah Otonomi Ningxia dihuni oleh Suku Hui, dan mereka kebanyakan tinggal di wilayah bagian selatan. Suku Hui merupakan keturunan dari pedagang Arab dan Iran yang berdagang ke Tiongkok melalui jalur Sutra selama masa Dinasti Tang. Para imigran yang masuk ke Tiongkok dari Asia Tengah, juga berkembang pesat selama pemerintahan Dinasti Yuan. Kedua dinasti ini terbuka bagi pedagang dari daerah tersebut, dan bahkan  menetapkan mereka sebagai pejabat resmi dari Asia Tengah.

Ada beberapa ciri khas budaya Suku Hui yang mencolok. Misalnya, sebagai muslim, mereka mematuhi aturan makanan yang telah ditetapkan Hukum Islam, seperti tidak mengonsumsi daging babi, yang menjadi kuliner umum dalam budaya Tiongkok. Namun hal ini justru menambah keragaman unik dalam kuliner Tiongkok.

Kaum perempuan Hui menyadari kebebasan relatifnya sebagai perempuan Tionghoa yang kontras dibandingkan kaum perempuan di negara-negara Arab seperti Saudi Arabia, dimana perempuan diharuskan memakai baju yang menutupi seluruh tubuh.

Perempuan Hui merasa lebih beruntung menjadi perempuan Tionghoa dibanding menjadi perempuan Arab, dan mengklaim bahwa hal ini merupakan pemahaman mereka terhadap Kitab Suci Al Qur'an yang lebih mendalam sehingga memungkinkan kesetaraan gender. Selama berabad-abad Kaum Hui mempunyai imam perempuan yang disebut dengan Nu Ahong. Mereka hanya satu-satunya di dunia yang memiliki Imam perempuan untuk memimpin sembahyang.

Tentara Hui membantu Kuomintang dalam memerangi Partai Komunis selama Perang Sipil Tiongkok. Ma Bufang, seorang jenderal muslim yang ikut berperang melawan Tibet, diangkat menjadi duta besar Republik Tiongkok (Taiwan) untuk Saudi Arabia. Saudaranya, Ma Buqing, menjadi seorang jenderal militer Taiwan.

Pada 1939, Jepang berencana menginvasi Ningxia melalui Sui Yuan untuk menciptakan sebuah negara boneka Hui. Tahun berikutnya Jepang digulingkan secara militer oleh Jenderal muslim Kuomintang, Ma Hongbin. Tentara muslim Hui pimpinan Ma Hongbin, melancarkan serangan lebih gencar melawan Jepang dalam Pertempuran Sui Yuan Barat.

Beberapa orang mengenal baik marga Hui di sekitar daerah Quan Zhou, Fu Jian, Tiongkok, seperti keluarga Ding dan Guo yang merupakan contoh orang yang mengidentifikasi dirinya sebagai Suku Hui atas rasa kebangsaan, bukan sebagai penganut Islam. Sebagai hasilnya banyak orang dari marga lain yang mengikuti jejak Suku Hui, dan populasi Hui semakin meningkat. Bagi marga yang ingin dimasukkan ke dalam Suku Hui, diperlukan bukti-bukti keturunan pendatang Arab, Persia atau negara muslim lainnya, namun mereka tidak harus memeluk agama Islam. [Anita Li, Jayapura, Tionghoanews]

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: BUDAYA

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: IPTEK

ARTIKEL: BERITA