KISAH | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Minggu, 21 Agustus 2011

INSOMNIA DAN MAKANAN

Kebiasaan, pola, dan penyimpangan makan dapat berkontribusi pada gangguan pola tidur. Pemicu terbesar dari dapur kita yakni kafein dan senyawa terkait seperti teobromin (ditemukan dalam coklat). Bahan-bahan ini secara langsung mengganggu tidur sebagai akibat efek stimulasi mereka pada sistem saraf pusat (SSP).

Bahan pemicu lain dalam makanan yakni etil alkohol, pada awalnya menekan SSP dan merangsang timbulnya kantuk, namun kemudian mengakibatkan gangguan pola tidur dan kualitas tidur yang buruk.

Porsi dan waktu makan juga dapat mempengaruhi tidur secara signifikan. Makan besar yang dikonsumsi tepat sebelum tidur akan menggembungkan perut, memberi tekanan pada diafragma, membatasi napas, dan akan menyebabkan ketidaknyamanan saat tidur. Berangkat tidur dengan perut lapar dengan perut kosong dapat menyebabkan rasa lapar, memicu gula darah rendah, dan ketidaknyamanan perut. Baik kelebihan dan kekurangan makan dapat mengganggu tidur.

Tidur yang sehat: Kebiasaan cara makan dan asupan makanan harus dievaluasi secara hati-hati berkaitan dengan masalah tidur. Makanan yang menimbulkan gangguan harus benar-benar dihilangkan dalam daftar diet terlepas dari kapan mereka dikonsumsi. Seperti yang telah disinggung dalam artikel sebelumnya, bahkan residu bahan kimia yang sangat kecil memiliki efek biokimia dan bioenergi pada tidur selama beberapa jam atau bahkan berhari-hari kemudian.

Baik kelebihan dan kekurangan makan harus dicegah. Mengonsumsi makanan kecil tepat sebelum tidur meningkatkan koordinasi pelepasan neurotransmiter dan endorfin, menciptakan rasa keamanan dan memudahkan tidur.

Proses pencernaan juga berkontribusi melalui fenomena yang dikenal sebagai pasang-surut alkalin, yang ditandai dengan naiknya pH darah setelah makan. Perubahan kimia ini tampaknya memicu rasa kantuk, memudahkan transisi tidur, dan menambah durasi tidur.

Beberapa makanan yang mengandung asam amino triptofan alami tinggi (seperti kalkun, selai kacang, buah ara, beras, ikan tuna, dan pisang) lebih mungkin menginduksi tidur ketika dikonsumsi sesaat sebelum tidur. Makanan dengan kandungan magnesium dan B-kompleks tinggi juga dapat menambah waktu tidur.

Makanan dengan kandungan asam amino tiramin tinggi (seperti bayam, kentang, tomat, dan keju lunak) menunda atau menghambat evolusi tidur.

Tidur siang setelah makan (suatu praktek tradisional) tidak hanya membantu meningkatkan fungsi otak, dia juga menambah energi, mood, dan produktivitas. Hal ini juga membantu mengatur siklus bangun tidur, yang dapat memperbaiki pola tidur malam hari. Tidur siang ini cukup singkat-tidak lebih dari 20 menit.

Masyarakat Amerika dan negara-negara modern lain tampaknya mengalami peningkatan penyakit gastroesophageal reflux atau GERD (merupakan penyakit pencernaan kronis yang terjadi ketika asam lambung atau kadang-kadang cairan empedu mengalir kembali  ke saluran esofagus). Berbaring atau tidur setelah mengonsumsi makanan ringan tidak menyebabkan GERD, dan rekomendasi agar menunda tidur setelah makan tidak mencegah terjadinya GERD.

Jika timbul GERD, maka harus diatasi dengan teknik khusus. Setelah penangan yang tepat berhasil dilakukan, melalui sarana nonfarmakologis, aktivitas seperti tidur siang dan mengonsumsi makanan ringan sebelum tidur, dapat dicapai tanpa membahayakan.

Mereka yang berisiko GERD harus menghindari makan berlebihan dan ikuti langkah-langkah nonfarmakologis untuk memperkuat sfingter esofagus (sebuah otot  band melingkar sekitar bagian bawah kerongkongan Anda) bagian bawah untuk mengatasi kondisi ini. [Jelia Lin, Kupang, Tionghoanews]

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: BUDAYA

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: IPTEK

ARTIKEL: BERITA