KISAH | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Senin, 15 Agustus 2011

ORANG MISKIN DILARANG SAKIT? MENGUNDANG PERHATIAN TIONGHOA

Pameo ini tampaknya berlaku di Rumah Sakit Umum Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan. Meski pemerintah provinsi dan pemerintah kota tengah gencar mengkampanyekan pemberian pelayanan kesehatan gratis, bagi rakyat miskin tanpaknya itu hanya "slogan" saja. Buktinya Daeng Bau, salah seorang pasien "diusir" dari rumah sakit lantaran tak sanggup membayar biaya pengobatan.

Daeng Bau (56), Warga Jalan Bersih, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, setidaknya menjadi contoh buruknya sistem pelayanan rumah sakit terhadap pasien miskin di Kota Makassar. Persoalannya sepele, ia belum memiliki Jaminan Kesehatan Daerah. Informasi pengusiran pasien miskin ini, diperoleh kabarmakassar, saat Daeng Bau yang menderita penyakit TBC Tulang ini diminta pulang oleh pihak rumah sakit.

Daeng Bau mendapat perlakuan buruk di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, gara-gara tidak mampu membayar biaya operasi dan pengadaan obat-obatan di luar tanggungan Jamkesda.

Menurut pengakuan Amirullah (31), anak Daengg Bau yang ditemui di Gedung Lontara I Lantai 2 perawatan kelas III Kamar 5 mengatakan, beberapa petugas rumah sakit menyuruh orang tuanya pulang. Alasannya, harus ada biaya operasi. Menurutnya hampir tiap hari dia tanya pihak rumah sakit kapan akan membawa pulang orang tuanya. Amirullah sendiri sehari-harinya adalah buruh pabrik di kawasan KIMA .

Ia mengaku, setiap hari didatangi dokter dan beberapa petugas rumah sakit lainnya. Mereka didesak untuk segera memulangkan orang tuanya ke rumah. Dia mengaku sebenarnya sangat ingin membawa pulang orang tuanya. Hanya saja khawatir terjadi apa-apa pada ibunya.

"Tiap hari saya ditanya kapan saya bawa pulang ibu saya," kata Amirullah.

Amirullah mengaku tidak mempersoalkan jika ibunya di rawat di rumah. Hanya saja dia khawatir sakit ibunya semakin parah dan akan terjadi apa-apa saat berada diluar rumah sakit. Karenanya dia tetap bertahan agar ibunya dirawat di rumah sakit.

Apakah benar terjadi pengusiran halus dari Rumah Sakit? Pihak RS Wahidin Makassar membantah jika pihaknya menolak pasien miskin bernama Daengg Bau. Menurut Dr Tria yang selama ini menangani Daeng Bau pasien tidak dipaksa untuk pulang ke rumahnya. Tapi disarankan agar dia itu istirahat di rumahnya, sambil menunggu operasi.

"Kami tidak menolak atau mengusirnya, kami hanya minta dia istirahat di rumahnya sampai menunggu jadwal operasi," kata Dokter Tria ketika dikonfirmasi Kabarmakassar.

Dia menjelaskan bahwa hingga saat ini, pihaknya belum bisa melakukan operasi karena Jamkesda yang bersangkutan masih dalam pengurusan. Karenanya dia meminta pihak pasien untuk beristirahat di rumah sambil menunggu jadwal operasi. Dia menjelaskan jika Daeng Bau menderita penyakit TBC tulang. Dampaknya memang lumpuh. Daeng Bau adalah pasien rujukan dari RS Haji Makassar. Dia dirawat di RS Wahidin sejak 1 Agustus 2011.

Nasib yang menimpa Daeng Bau, mengundang keprihatinan. tapi bukan datang dari pemerintah. Keprihatinan ini justru muncul dari Persatuan Muallaf Tionghoa. Apalagi saat ini kondisi Daeng Bau kedua kakinya lumpuh, tulang belakangnya patah dan tidak bisa buang air kecil.

"Tak ada alasan bagi rumah sakit menyuruhnya pulang. Kalau hanya untuk biaya operasi, nanti kami upayakan dengan menggunakan Jamkesmas dan mencarikan bantuan. Jangan gara-gara tidak ada uang operasi lalu disuruh pulang," kata Lisda, salah seorang anggota Persatuan Muallaf Tionghoa dengan prihatin.

Lisda menceritakan bagaimana petugas RS yang masuk ke perawatan kelas III kamar 5 dimana Daeng Bau dirawat berulang kali mereka mengingatkan Amirullah (anak Daeng Bau) agar segera memulangkan ibunya. Inilah yang membuatnya tak habis pikir, kenapa harus di minta keluar dari rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar yang dikonfrimasi soal ini Dokter Naisyah Azikin mengaku belum mendapat laporan tersebut. " Kami belum menerima laporan itu. Tapi akan kami cek dulu," kata Naisyahtul Azikin.

Daeng Bau memang nyaris luput dari perhatian kita. Ditengah para pemimpin di daerah ini meraih bintang jasa dari pemerintah, toh nasib orang miskin di sekitar kita tetap tak seindah janji-janji para pemimpinnya. Orang-orang tak mampu memang seharusnya tidak boleh sakit di negeri ini. [Aprilda Bong, Makassar, Tionghoanews]

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: BUDAYA

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: IPTEK

ARTIKEL: BERITA