Dia mengira anaknya akan membutuhkan waktu hingga esok pagi untuk menyusun potongan peta. Yang mengejutkan, putranya kembali mengetuk pintu rumahnya dalam 10 menit. Pendeta membuka pintu dan melihat sebuah peta diletakkan di atas kertas. "Bagaimana kamu melakukannya begitu cepat, nak?" tanya si pendeta.
"Cukup sederhana." kata John bersemangat. "Di balik kertas bergambar peta ini ada gambar orang. Jadi saya hanya menyusun potongan-potongan ini hingga utuh membentuk orang, dan kemudian menyerahkannya. Saya tahu bahwa jika orang itu benar, maka dunia juga akan benar."
Pendeta itu tersenyum dan memberikan anaknya uang dua dolar. Ia berkata kepadanya, "Kamu baru saja memberi saya subjek untuk pelayanan saya besok: Jika manusia itu benar, maka dunia ini benar."
Jika seseorang ingin mengubah dunia dan kehidupan seseorang, pertama-tama ia harus mengubah dirinya sendiri. Ketika kita tertipu oleh pandangan kita yang lama dan tidak menyadari bahwa perspektif kita mungkin salah, dunia kita tidak dapat benar. Jadi jika kita meninjau sejenak pikiran kita, dunia yang luas bisa muncul di samping kita. [Meilinda Chen, Jakarta, Tionghoanews]