Polisi memanggil kakek ke kantor polisi, menanyakan kepadanya apakah pernah menerima uang yang dititipkan itu? Kakek ini sambil menangis menyangkal.
Polisi lalu bertanya kepada pemuda ini sewaktu dia menyerahkan uang tersebut apakah ada saksi mata? Pemuda ini menjawab , "Tidak ada."
Lalu polisi bertanya lagi, "Lalu dimanakah engkau menyerahkan uang tersebut kepada kakek ini?"
Pemuda ini menjawab :"Dibawah sebuah pohon besar."
Polisi berkata, "Engkau sekarang pergi ke tempat pohon besar itu, panggil dia kesini sebagai saksi mata."
Pemuda ini dengan sedih bertanya, "Apa yang harus saya katakan kepada pohon tersebut? "
"Bawalah stempel ini kesana, gertak pohon itu."
Akhirnya dengan terpaksa pemuda ini membawa stempel polisi ketempat pohon besar. Pada saat ini, kakek tetangganya yang berada dikantor polisi tersenyum dalam hatinya.
Setelah setengah jam berlalu, polisi melihat kearah matahari, lalu bertanya kepada kakek ini, "Bagaimana ya? Apakah dia sudah sampai di pohon besar tersebut?"
Kakek menjawab, "Belum sampai."
Setelah satu jam lagi berlalu, polisi bertanya lagi kepada kakek, "Pemuda itu seharusnya sudah dalam perjalanan pulang kesini!"
Kakek ini menjawab, "Ya, seharusnya sudah dalam perjalanan pulang."
Setelah sejenak, pemuda ini sampai. Dengan wajah cemberut dia berkata, "Pak polisi, pohon besar tidak ingin datang ketempat ini!"
Polisi sambil tertawa berkata, "Pemuda yang jujur, sekarang saya sudah bisa memutuskan. Engkau tidak usah khawatir, kakek tua yang tidak jujur ini pasti akan mengembalikan uangmu." [Kelly Chang, Jogjakarta, Tionghoanews]
