KISAH | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Rabu, 03 Agustus 2011

MEMELIHARA TANAH SENDIRI

Setiap orang menerima sepetak tanah dari Tuhan, ada tanaman yang cocok untuk tanah tersebut.

Beberapa waktu lalu, saya berjumpa dengan seorang mantan mahasiswa yang langsung menyapa saya di kampus. "Pak Guru! Apakah Bapak masih ingat saya? Ada sebuah mata kuliah Bapak yang saya tidak lulus!"

Sungguh membuat bingung, mahasiswa yang pernah diajar begitu banyak, yang tidak lulus juga tidak sedikit, dalam sekejap memang tidak dapat mengingat siapa dia. Namun setelah ia memberikan beberapa petunjuk, akhirnya dapat juga diingat. Pada mata kuliah itu terdapat dua mahasiswa yang tidak lulus, salah satunya adalah dia.

Kemudian dia menampilkan wajah riang dan berkata, "Setelah lulus saya mengadakan persiapan beberapa waktu, kemudian berhasil lulus ujian saringan sebagai pegawai negeri sipil, sekarang mendapat tugas bekerja di almamater." Saya mengucapkan selamat kepadanya, juga merasa yakin bahwa dia tentu dapat lulus ujian saringan yang standarnya sedemikian rendah.

Menurut yang saya ingat, dia seorang siswa yang sangat pendiam di kelasnya. Kecuali diminta berbicara, belum pernah saya melihatnya mengacungkan jari untuk berbicara, dengan demikian prestasi umumnya tidak begitu menonjol. Lagi pula dalam pekerjaan kelompok, kerja samanya dengan anggota lain tidak baik dan kadar kontribusinya terlalu rendah, sehingga dia tidak lulus.

Setelah lama mengajar, saya dapat melihat perbedaan dari keistimewaan karakteristik setiap mahasiswa. Ada yang sangat cepat menyerap hal-hal baru, ada yang memerlukan lebih banyak waktu untuk mencerna pelajaran; ada yang gemar berbicara, menonjolkan diri, ada yang meskipun mengerti tidak begitu menonjolkan diri; ada yang partisipasi dalam kelas bagus sekali namun di luar kelas tidak begitu tekun; ada yang dalam penampilan berbicara tidak baik namun karya tulisnya luar biasa; ada yang dalam kerja kelompok tidak tahu apa yang harus ditunjukkan, namun karya tulis perorangannya sangat baik; ada sebagian yang di dalam mata kuliah yang saya ajarkan tidak baik, namun menonjol dalam mata kuliah lain.

Kondisi pekerjaan setelah lulus juga berbeda-beda. Ada seorang mahasiswa yang setelah lulus bekerja di sektor pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia di sebuah perusahaan, setelah merasa tidak cocok kemudian pindah bekerja di bagian bisnis pada perusahaan lain dan merasa puas dengan pekerjaan barunya.

Ada seorang mahasiswa yang pada saat lulus bertekad menjadi pebisnis superior, setelah merintis bisnis beberapa saat merasa tidak cocok, akhirnya bekerja di bagian teknik di perusahaan lain. Ada mahasiswa setelah lulus mulai bekerja sebagai pengawas tempat pembangunan, karena prestasinya bagus mendapat kepercayaan dari pimpinannya, makin lama makin baik, jabatannya juga semakin tinggi, beberapa puluh tahun tidak pernah pindah pekerjaan.

Kadang-kadang kami memberi saran kepada para mahasiswa untuk memilih pekerjaan yang dicintai dan mencintai apa yang telah dipilih. Namun pada hakekatnya kodrat merupakan sebuah unsur yang penting. Memilih apa yang dicintai, namun apabila bukan yang dikodratkan, umumnya akan merasa sangat menderita.

Banyak orang setelah menderita beberapa waktu karena tidak dapat berprestasi, tidak mendapatkan pengakuan, terpaksa meninggalkan apa yang dicintai. Ada orang yang pada awalnya memilih bukan yang dicintainya, namun dalam proses bekerja karena telah menghasilkan prestasi yang menonjol sehingga timbul rasa keberhasilan, dengan demikian telah mempelajarinya secara mendalam, akibatnya menemukan ketertarikan dan kesukaan terhadap pekerjaan tersebut.

Kegemaran hanya menunjukkan bahwa orang tersebut pada awalnya dapat terjun dengan bersungguh-sungguh, namun hasil dan rasa sukses akan mempengaruhinya apakah akan dapat terus bertahan, padahal kunci utama dalam belajar, tumbuh dan berhasil ditentukan oleh fokus mengerjakan suatu bidang dan bertahan dalam jangka panjang.

Antusiasme semata tanpa disertai kodrat, kegairahannya akan berangsur pudar karena mengalami kegagalan; tanpa menghiraukan kegemaran melainkan dengan tekun mengerjakan dan memelihara kemahirannya, pada akhirnya juga akan menemukan hal-hal yang menarik di dalamnya.

Setiap orang menerima sepetak tanah dari Tuhan, kita perlu menanam dengan tanaman yang cocok serta dengan rajin mengerjakan dan memeliharanya. Seiring dengan meluku (note: sama artinya dengan membajak), menyiangi dan memanen pada musim tanam serta menyimpannya pada musim paceklik, akan terpeliharalah kehidupan serta dapat juga menemukan nilai-nilai diri sendiri. [Meilinda Chen, Jakarta, Tionghoanews]


Ingat! Teman-teman bebas mengirim artikel juga ke blog ini yang berhubungan dengan Tionghoa (Chinese) dalam dan luar negeri, melalui email: indonesia.chinese.ngepost@blogger.com

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: BUDAYA

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: IPTEK

ARTIKEL: BERITA