Seorang menteri yang bernama Aiche bertanya,"Apa rencana paduka?"
Raja Zhi berkata, "Saya akan mendirikan sebuah tembok raksasa yang mengelilingi seluruh perbatasan negara kita, sehingga negara yang lain terpisah dengan negara kita. Maka tidak ada satu negarapun yang bisa menyerang negara kita lagi. Coba kalian pikirkan bukankah ini sebuah ide yang cemerlang dan tak ternilai harganya?"
Aiche berkata, "Paduka, ini adalah sebuah proyek besar, apakah rakyat bisa menanggung akibatnya?"
Raja Chi berkata, "Saya tahu, jika membangun tembok itu banyak rakyat yang akan menderita, tetapi untuk jangka panjang hal ini dapat mengurangi peperangan yang dapat menimbulkan petaka dan penderitaan rakyat yang lebih besar. Bukankah hal ini menguntungkan?"
Aiche setelah terdiam beberapa saat, dengan serius dan jujur berkata kepada raja Zhi,"Kemarin pagi, ketika terjadi badai salju dan ketika saya akan pergi ke istana, saya melihat di jalanan ada seorang yang berpakaian compang camping dan robek sana-sini terbaring ditengah jalan, kelihatannya dia sudah akan membeku karena kedinginan, tetapi matanya memandang ke langit melagukan pujian kepada Dewa. Saya sangat heran, lalu bertanya kepada orang tersebut kenapa dia berbuat demikian?, orang itu menjawab, "Dewa mengkaruniakan badai salju ini sangat menakjubkan, dapat diduga panen gandum tahun depan pasti akan sangat sempurna, orang-orang dapat mengisi perutnya dengan kenyang. Tetapi, bagi saya tahun depan itu terlalu jauh, sekarang saya sudah hampir mati kedinginan!.
Paduka, hamba beranggapan hal ini seperti yang paduka katakan mendirikan tembok raksasa, kehidupan rakyat sekarang sudah cukup menderita, siapa lagi yang bisa memikirkan kemakmuran masa depan? Apakah mereka bisa menunggu sampai tembok raksasa ini selesai dibangun dan siapakah yang bisa menikmati kemakmuran itu?"
Raja Zhi terdiam setelah mendengar perkataan Aiche.
Oleh sebab itu ketika kita memikirkan sebuah rencana, harus dipikirkan secara matang, memikirkan keadaan sekarang dan keadaan masa depan, jika tidak rencana yang betapa baikpun mungkin saja hanya sebuah impian saja. [Meilinda Chen, Jakarta, Tionghoanews]
Ingat! Teman-teman bebas mengirim artikel juga ke blog ini yang berhubungan dengan Tionghoa (Chinese) dalam dan luar negeri, melalui email: indonesia.chinese.ngepost@blogger.com