KISAH | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Rabu, 11 Juli 2012

PROFESI PENARI TELANJANG TAK MEMBUATKU MALU

Penari telanjang memang tidak membuatku malu. Sebagai wanita yang diberikan kelebihan tubuh yang seksi aku kerap menggunakan ini sebagai alat pencari uang.

Tempat hiburan malam tanpa kehadiran aku dan penari-penari telanjang lainnya memang tidak ada artinya. Namanya juga tempat hiburan malam, ditempat ini semua orang akan terhibur dengan berbagai layanan dan salah satunya menikmati layanan penari telanjang seperiku.

Aku bisa membuat semua pria hidung belang yang pergi ke diskotek tidak hanya menikmati alkohol tetapi juga menikmati lekuk tubuh tubuhku.

Pria mana yang tidak senang melihat wanita menari erotis didepan matanya. Selama ini sebagian besar lelaki memang sangat bergairah ketika melihat tubuh yang seksi tanpa ditutupi benang.

Setiap malam aku berusaha tampil dengan maksimal. Pada hari-hari tertentu aku menggunakan lingerie agar tampil lebih seksi dan menarik.

Tarifnya tentu berbeda, aku akan membuka satu-persatu bagian lingeriku. Ini akan dibagi dalam beberapa sesi. Bagi pria yang ingin terus melihat, tentu saja harus mau membayar mahal setiap sesiku hingga sesi terakir.

Kini aku dan teman-temanku yang memilih hidup sebagai penari telanjang ini bukan lagi sekelompok orang yang dalam himpitan situasi ekonomi saja. Contohnya saja aku, aku bukan gadis bodoh dengan pendidikan rendah.

Aku adalah seorang mahasiswi yang dengan sadar memilih penari telanjang sebagai profesiku.  Aku memang menggunakan pekerjaan ini untuk alasan berbagai hal.

Salah satunya mencari uang untuk membayar kuliahku sehingga orang tuaku tidak perlu repot-repot mengirimkan uangnya.

Bagaimana sebenarnya cara kerjaku? Bagi pelanggan yang ingin memesan layananku bisa menemukan informasinya di akun facebookku.

Aku biasa akan memamerkan berbagai posisi telanjang yang akan menarik minat pelanggan. Pelanggan yang mau melihat tarianku tinggal menentukan hari dan menyepakati harga yang aku tawarkan.

Standarku sangat tinggi, dan aku tidak mau melayani pelanggan dengan bayaran yang rendah. Pembayaran harus dikirimkan separuhnya terlebih dahulu kerekeningku.

Menjadi seorang penari telanjang buatku bukan profesi yang memalukan karena aku punya alasan yang kuat mengapa aku akhirnya memilih pekerjaan ini. Pertama aku hanya ingin membantu orang tuaku dalam mencari dana untuk membayar semua kebutuhan kuliahku.

Kedua aku tidak menjual diriku. Profesi ini jangan disamakan dengan pelacur. Aku tidak mau disebut sebagai penjaja seks atau menjual tubuh karena dengan profesiku ini aku hanya menawarkan sebuah keahlianku dalam menari didepan pelangganku.

Menari juga butuh teknik. Tidak sembarang orang bisa dan aku sangat bangga bisa menarikan tarian tanpa baju ini. Hal yang perlu di garis bawahi disini, aku tidak menjajakan seks.

Aku biasa akan melayani pemesanan untuk hal pribadi seperti banyak dipesan untuk pesta-pesta pribadi. Terkadang pelangganku membawaku ke diskotek ataupun tempat karaoke. Sembari mereka bernyanyi aku bisa menari erotis untuk mereka.

Berapa harga yang harus dibayar mereka untuk menikmati setiap tarianku? Harga yang kutawarkan sangat bervariasi. Harga akan ditentukan oleh layanan dan berapa lama aku akan menari di depan pelangganku.

Semua pelangganku yang berminat menyewaku sebagai penari telanjang, bisa menyiapkan uang 1 juta rupiah untuk setiap sessinya.

Bagaimana dengan kualitas akademikku di universitas? Karena kebiasaanku pergi bekerja pada malam hari, aku tidak bisa mengikuti perkuliahan dengan baik karena jam kerjaku memang malam hari sampai dini hari.

Terkadang aku mengantuk di kelas dan kualitas nilaiku memburuk tetapi aku tidak pernah menyesal dengan profesiku ini dengan hasil besar yang menungguku.

Penari telanjang di kota-kota besar memang menjadi daya tarik sendiri bagi setiap tempat hiburan malam. Tempat hiburan malam selalu membutuhkan jasaku dan aku pun juga butuh uang untuk kebutuhan kuliahku.

Aku dan kehidupan malam adalah contoh simbiosis mutualisme yang akan berjalan hingga waktu yang lama. [Vivi Tan / Jakarta]
 

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: BUDAYA

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: IPTEK

ARTIKEL: BERITA